Cinta Dan Tradisi
Riendjamain
Dini hari semakin dingin
Gerimispun tiada berhenti
Disana burung camarpun mendesah
Seolah mencari kehangatan
Diujung nusa karang itu
Disana ada satu kesan
Disana untuk pertama kalinya
Kumerasakan nikmatnya cinta
Kuingin untuk mengulang lagi
Seperti dulu, seperti dulu
Memadu kasih dengan sembunyi
Kemesraan lebih ternikmati
Kuingat setiap kita jumpa
Kadang kau marah, kadang kau mesra
Dan esok hari kau datang lagi
Dengan cinta yang membara
Tapi kini kusendiri merana dalam kesunyian
Ternyata cinta yang suci
Terputus hanya karena tradisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar